dancewithmommyoci











{3 Desember 2011}   BAB V – KTI HIPERTENSI KRONIK DAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN (MIA)

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

5.1.SIMPULAN
Penulis melakukan pengkajian asuhan kebidanan pada Ny. A sesuai dengan kebutuhan pasien melalui upaya pendekatan Manajemen Asuhan Kebidanan sejak usia kehamilan 32 minggu sampai dengan 6 minggu post partum yang dilakukan di Klinik Obbini Balaraja-Tangerang.

5.1.1.Antenatal
Pada kasus Ny. A dalam masa kehamilan , penulis melakukan pengkajian dimulai pada trimester III dengan kunjungan Antenatal Care sebanyak 3 kali. Pada ANC I ibu mengeluh sering pusing dan merasa cepat lelah, nafsu makan kurang, frekuensi makan 3 kali dalam porsi sedikit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva agak pucat dengan tekanan darah 170/110 mmHg, ibu mempunyai riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya dan mempunyai riwayat hipertensi dalam keluarga. Pada kehamilan ini hipertensi ditemukan sejak ibu melakukan test kehamilan di posyandu pada usia kehamilan sebulan setengah. Pemeriksaan protein urine negative, urine reduksi negative, Hb 10 gr%. Diagnosa Ny. P G4 P3 A0 hamil 32 minggu , janin presentasi kepala, tunggal hidup intra uterine dengan hipertensi kronik dan anemia.
Penatalaksanaan asuhan memberikan penjelasan tentang bahaya hipertensi kronik dalam kehamilan dan melakukan kolaborasi dengan dokter SPOG untuk melakukan penanganan hipertensi kronik. Hasil kolaborasi diberikan terapi kepada ibu berupa Nifedipine 3 x 10 mg, tablet Fe 2 x 1 dan kalsium (Likokalk 3 x 500 mg) pada trimester I,II dan III.
Masalah yang ditemukan asupan nutrisi kurang adekuat pada ANC I dan II. Pada ANC III hal ini dapat diatasi dengan kadar Hb naik menjadi 11,6 gr%.
Pada kunjungan ANC ke III ibu mengatakan telah dirawat selama 3 hari atas diagnose ISPA di RSUD Tangerang. Pada ANC ke-II dan III, diketahui tekanan darah ibu menetap menjadi 140/100 mmHg.

5.1.2.Intranatal
Pada waktu usia kehamilan 41 minggu berdasarkan hasil USG, ibu belum merasakan tanda-tanda persalinan. Terdapat perburukan dari hipertensi kroniknya yaitu tekanan darah naik menjadi 170/100 mmHg dan ibu mengalami oedema anasarka. Dalam hal ini penulis melakukan rujukan ke RSUD Tangerang, dan atas hasil pemeriksaan team dokter menganjurkan untuk mengakhiri kehamilan dengan tindakan operatif seksio sesaria atas indikasi ibu riwayat infertile ≥ 12 tahun, ibu G4 P3 A0 dengan anak hidup 0, tekanan darah 170 / 100 mmHg, umur kehamilan 41 minggu , servik belum matang, dengan pemeriksaan USG gambaran air ketuban berkurang. Bayi lahir langsung menangis, pergerakan aktif dan warna kulit kemerahan. Observasi ketat dilakukan pada kala IV pasca operasi seksio sesaria. Tekanan darah ibu sempat tidak stabil pada 2 jam pertama, namun kemudian membaik hingga menjadi 140/90 mmHg.

5.1.3.Postnatal
Pada Ny. P dilakukan kunjungan nifas sebanyak 3 kali, yaitu pada waktu 6 jam post partum, 6 hari dan 6 minggu masa nifas. Pada pemeriksaan post partum 6 jam, 6 hari dan 6 minggu, didapatkan data bahwa involusi uterus berjalan normal, lochea sesuai dengan masanya, luka operasi tidak ada tanda-tanda infeksi, ibu memberikan ASI-nya pada hari ke 2 post SC dengan kesulitan dalam proses menyusui berupa bendungan payudara. Pada keadaan ini penulis mengajarkan ibu tentang perawatan payudara dan tehnik menyusui yang benar. Pada masa nifas 6 hari tekanan darah ibu mencapai 120/80 mmHg, namun kemudian naik pada 6 minggu masa nifas menjadi 170/100 mmHg, sehingga asuhan yang diberikan oleh penulis adalah menganjurkan ibu konsul ke dokter Internist untuk penanganan hipertensinya dan ibu telah menjadi akseptor KB IUD Copper T-Cu380A dengan masa kerja efektif selama 5 tahun. Saat ini asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dapat dilakukan tanpa hambatan yang berarti.

5.1.4.Neonatal
Bayi Ny. A lahir langsung menangis, pergerakan aktif, warna kulit kemerahan, berat badan 3200 mg panjang badan 49 cm. Bayi langsung mendapatkan injeksi vitamin K1 dan salep mata tetracycline 1 % pada kedua mata.
Pada kunjungan 6 jam sesudah lahir bayi mendapatkan imunisasi HB0. Pada kunjungan 6 hari berat badan bayi turun menjadi 2700 gram, namun pada umur 6 minggu berat badan bayi menjadi 5000 gram, naik 1800 gram dari berat badan lahir. Bayi mendapatkan ASI dengan baik, pertumbuhan dan perkembangan bayi normal. Bayi sudah mendapatkan imunisasi BCG dan Polio 1.

5.2.SARAN
5.2.1.Bagi Petugas Kesehatan
Setiap petugas kesehatan khususnya bidan, hendaknya lebih meningkatkan pengetahuannya tentang manajemen asuhan kebidanan dan memantau klien sejak awal kehamilan, persalinan, nifas dan BBL, agar dapat melakukan asuhan secara komprehensif sehingga dapat mendeteksi komplikasi sedini mungkin , serta dapat melakukan penatalaksanaan ibu dengan komplikasi.
5.2.2.Bagi Lahan Praktek
Setiap fasilitas kesehatan hendaknya dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan, kelengkapan sarana dan prasarana, serta melakukan pelayanan dengan pendekatan interpersonal dalam menghadapi klien khususnya dengan masalah dan potensial komplikasi secara profesional. Kolaborasi antar instansi kesehatan maupun lintas sektoral agar dapat digalang dengan baik dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dimasa yang akan datang.
5.2.3.Bagi Institusi Pendidikan
Agar institusi pendidikan lebih banyak lagi menyediakan buku-buku ataupun referensi yang terbaru untuk menunjang kelangsungan belajar mengajar dan untuk bahan karya tulis.
Untuk lebih meningkatkan kualitas dan efisiensi waktu yang diharapkan, hendaknya institusi mempunyai klinik bersalin untuk menunjang proses pembelajaran dan study kasus sehingga mahasiswa dapat memantau dari mulai ANC sampai dengan proses persalianan di institusi pendidikan.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: