dancewithmommyoci











{25 November 2011}   BAB III TINJAUAN KASUS – KTI HIPERTENSI KRONIK DALAM KEHAMILAN

BAB III
TINJAUAN KASUS

Ny. A, umur 37 tahun, suku Sunda , kebangsaan Indonesia, agama Islam, Tidak tamat SD, tidak bekerja, mempunyai suami Tn, S, umur 40 tahun, suku Sunda, kebangsaan Indonesia, agama Islam, Tidak tamat SD, pekerjaan dagang, alamat Balaraja Kabupaten Tangerang.
3.1. MASA KEHAMILAN (Ante Natal)
3.1.1. Trimester I (0 – 12 miggu)
Pada trimester ini ibu memeriksakan kehamilan yang pertama di posyandu tanggal 29 Januari 2010, pada saat itu usia kehamilan satu setengah bulan, dari hasil dokumentasi didapatkan data ibu lupa tanggal HPHT Ibu mengeluh sering pusing. Tekanan darah 150/100 mmHg dengan riwayat hipertensi sebelumnya. Pola makan tidak teratur hanya 3 kali sehari dalam porsi kecil karena kurang nafsu makan.
3.1.2. Trimester II (13 – 27 minggu)
Pada trimester ini, ibu juga memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Balaraja atas rujukan bidan desa, pada tanggal 10 Juni 2010 . Pada saat itu usia kehamilan lima bulan, keluhan ibu sering pusing, pergerakan janin dirasakan pada usia kehamilan 5 bulan, pertumbuhan janin dan pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilannya. Lalu dilakukan USG oleh dokter dengan hasil TP 05 Oktober 2010, usia kehamilan 23 minggu. Ibu diberikan terapi Nifedipine 3 x 10 mg dan dianjurkan kontrol setiap bulan, tetapi ibu tidak control kembali dan tidak meneruskan obat antihipertensinya. Ibu belum pernah mendapat imunisasi TT sebelumnya, juga pada kehamilan sebelumnya.
3.1.3. Trimester III (28 – 40 minggu)
3.1.3.1.Kunjungan Antenatal I
Tanggal 06 Agustus 2010 dilakukan ante natal pertama pada Ny. A di Klinik Obbini Balaraja. Pada pemeriksaan ini ibu mengeluh sering merasa pusing.
Dari kajian yang penulis lakukan pada Ny. A, menarche umur 10 tahun, siklus haid 30 hari, teratur, lama haid 7 hari, banyaknya darah haid 2 kali ganti pembalut dalam sehari, sifat darah haidnya merah dan encer. Ny.A mengatakan hamil keempat dengan 2 kali melahirkan anak kurang bulan dan 1 kali hamil dengan kematian janin dalam kandungan umur kehamilan 6 bulan. Ibu tidak mempunyai anak hidup dari kehamilan sebelumnya dengan riwayat infertile selama kurang lebih 12 tahun sebelum kehamilan pertama. Pada kehamilan ini , ibu mengaku lupa tanggal hari pertama haid terakhirnya. Namun dari pemeriksaan USG yang dilakukan oleh Ibu pada tanggal 10 Juni 2010 didapatkan taksiran persalinan tanggal 05 Oktober 2010. Keluhan pada trimester I ibu mengeluh sering pusing. Pada trimester II mengeluh sering pusing. Pada trimester ke III, ibu mengeluh sering pusing dan merasa cepat lelah. Pergerakan janin pertama kali dirasakan pada usia kehamilan 4 bulan. Pergeakan janin dalam 24 jam terakhir lebih dari 20 kali gerakan. Personal hygiene ; ibu mandi 3 kali sehari menggunakan sabun mandi, cuci rambut 3 kali dalam seminggu menggunakan sampo , menggosok gigi 3 kali sehari menggunakan pasta gigi dan dalam sehari mengganti pakaian 3 kali setiap habis mandi , pakaian dari bahan kaos / katun atau sejenisnya. Diet makan ibu 3 kali sehari , dalam porsi sedikit , nafsu makan kurang dengan menu nasi , sayur, dan buah-buahan. Ibu tidak mempunyai pantangan dalam makanan atau minuman, dengan frekuensi minum 6 – 7 gelas sehari. Pola aktifitas dan istirahat ; Ibu tidak bekerja , pekerjaan rumah dikerjakan sendiri atau bersama- sama dengan suami .Tidur siang 1 jam, mulai pukul 13.00 WIB – 14.00 WIB , Tidur malam ± 8 jam, mulai pukul 22.00 WIB – 06.00 WIB , tidak ada gangguan/ masalah tidur. Ibu tidak mempunyai keluhan / masalah dalam pola seksual dengan frekuensi 2 – 3 kali dalam seminggu, tidak teratur. Pola eliminasi buang ari besar 1 kali sehari dan buang air kecil 6 kali sehari. Ibu belum pernah mendapatkan imunisasi TT sejak kehamilan anak pertama hingga sekarang. Ibu tidak mempunyai riwayat alergi terhadap obat-obatan. Ibu mempunyai riwayat hipertensi sejak kelahiran anak pertamanya, tetapi ibu tidak mempunyai riwayat penyakit sistemik yang lainnya seperti penyakit jantung, ginjal, asthma, TBC, hepatitis, DM dan PMS. Di keluarga tidak ada yang menderita penyakit seperti jantung, ginjal, asthma, TBC, hepatitis, DM, dan keturunan kembar, tetapi ada riwayat hipertensi dalam keluarga. Dalam pernikahannya, Ibu pernah mengikuti program pil, selama 1 tahun, mulai dari 40 hari anak kedua di posyandu, berhenti tahun 2007, karena ingin punya anak lagi. Riwayat Psikologi, sosial, spiritual dan ekonomi; Ibu menikah 2 kali sudah 22 tahun, pada saat berusia 17 tahun dan suami berusia 20 tahun. Jumlah anggota keluarga dirumah sebanyak 3 orang. Ibu merencanakan persalinannya di polindes, ibu merasa senang dengan kehamilan ini, pembuat keputusan adalah suami, penghasilan suami kurang lebih 1 juta rupiah dalam sebulan, ibu selalu berdoa untuk keselamatan dirinya dan bayi yang sedang dikandungnya. Dalam perilaku dan kebiasaan kesehatan, ibu tidak pernah merokok,minuman keras dan konsumsi obat-obatan atau jamu-jamuan.
Dari hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan, ditemukan keadaan umum ibu baik, kesadaran kompos mentis, keadaaan emosional stabil. Berat badan 58 Kg dengan tinggi badan 152 cm. Berat badan sebelum hamil 50 Kg. Tanda-tanda vital : tekanan darah 170 / 110 mmHg, frekuensi nadi 82 x/menit, pernafasan 20 x/menit, suhu tubuh ibu 36,5 oC.
Dari pemeriksaan fisik kepala, bentuk kepala bulat simetris, rambut lebat dan bersih dan tidak rontok. Pada muka tidak terdapat oedema, bentuk simetris, konjungtiva mata agak pucat, sclera mata tidak kuning, tidak ada gangguan penglihatan. hidung bersih, septum hidung ditengah dan tidak ada polip, pada lidah dan mulut : tidak ada sariawan, tonsillitis (-), ovula 1 buah, caries gigi (+). Tidak ada pembesarankelenjar getah bening dan kelenjar tiroid pada leher. Bunyi jantung dan paru-paru normal. Bentuk payudara simetris, tidak ada benjolan abnormal, areola mammae terdapat hiperpigmentasi, putting susu mononjol dan bersih, kolostrum belum ada, tanda dimpling tidak ada. Punggung Lordosis Fisiologis , pinggang tidak ada nyeri ketuk pada daerah Costo Vertebre Angle Tenderness. Tidak ada oedema pada tangan kaki, varices dan betis kemerahan tidak ada, reflek patella kanan dan kiri +/+.
Pada pemeriksaan fisik khusus kebidanan, pada inspeksi abdomen didapatkan bentuk perut bulat memanjang, pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan, tidak ada luka bekas operasi, tidak ada oedema, tidak ada ascites, kandung kemih kosong. Pada palpasi Leopold I didapatkan bagian bulat, lunak dan tidak melenting pada fundus uteri. Pada Leopold II, tahanan memanjang teraba disebelah kanan perut ibu dan bagian – bagian kecil janin teraba di bagian kiri perut ibu. Palpasi Leopold III teraba bagian bulat, keras dan melenting sebagai bagian terendah janin. Sedangkan pada Leopold IV , Konvergen , kepala belum masuk PAP. Kontraksi uterus tidak ada, tinggi fundus uteri 27 cm, taksiran berat badan janin 2170 gram. Pemeriksaan auskultasi ditemukan denyut jantung janin yang teratur dengan frekuensi 124 x/menit, punctum maksimum terdengar satu tempat dibawah pusat perut ibu . Genitalia terlihat bersih, tidak ada odema dan varices, tidak ada bekas luka parut dan anus tidak terdapat haemorrhoid. Pada palpasi genitalia, tidak ada benjolan di kelenjar barholini dan kelenjar skene, nyeri tekan (-).
Pemeriksaan laboratorium Haemoglobin 10,2 gr%, protein urine (-), urine reduksi (-).Hasil pemeriksaan USG menunjukkan Tanggal 10 – 06 – 2010, usia kehamilan 32 minggu, janin tunggal, hidup, intra uterine, plasenta dikorpus belakang, air ketuban jernih, jumlah air ketuban cukup, jenis kelamin perempuan. TP : 05 Oktober 2010.
Hasil analisa pada kasus : Ny. A umur 37 tahun G4P3A0 hamil 32 minggu, janin presentasi kepala, tunggal , hidup , dengan hipertensi kronik dan anemia. Dasar analisa : Ibu mengatakan hamil yang keempat, tidak pernah keguguran, mengeluh sering pusing dan merasa cepat lelah. Tekanan darah 170/110 mmHg , mengeluh sering pusing , HPHT Lupa (Kira-Kira 30 Desember 2009 dari hasil USG tanggal 10 Juni 2010), TP : 05 Oktober 2010, Leopold I didapatkan bagian bulat, lunak dan tidak melenting pada fundus uteri. Leopold II, tahanan memanjang teraba disebelah kanan perut ibu dan bagian – bagian kecil janin teraba di bagian kiri perut ibu. Leopold III teraba bagian bulat, keras dan melenting sebagai bagian terendah janin. Leopold IV , kepala belum masuk PAP. TFU 27 cm, Ibu masih merasakan gerakan anak ≥ 20 kali, BJJ : 124 kali / menit, TBBJ : 2170 gram, Hb : 10,0 gr %, urine reduksi negative, protein urine negative. Masalah yang ditemukan : Asupan nutrisi kurang adekuat.Dasar : Nafsu makan kurang, porsi makan sedikit. Kebutuhan : informasi tentang gizi pada masa kehamilan.
Diagnosa potensial terjadinya partus prematurus atas dasar tekanan darah 170/110 mmHg dan Hb 10 gr%, potensial terjadinya pre-eklampsia superimposed atas dasar tekanan darah 170/110 mmHg dan potensial terjadinya solutio plasenta atas dasar tekanan darah 170/110 mmHg. Kebutuhan tindakan segera untuk ibu adalah berkolaborasi dengan dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan.
Perencanaan yang dilakukan pada Ny. A adalah lakukan Informed concent, beritahu Ibu tentang hasil pemeriksaan, beri penyuluhan tentang hipertensi kronik dalam kehamilan, anjurkan ibu untuk cukup istirahat, Berikan informasi tentang anemia pada masa kehamilan dan cara mengatasinya, Berikan terapi Fe serta kalsium laktat,Anjurkan ibu kontrol ulang untuk memantau dan memeriksa kadar Hb dalam waktu 1 bulan, Anjurkan ibu untuk konsul kedokter spesialis kebidanan , Anjurkan ibu memeriksakan tekanan darahnya setiap minggu atau jika ada keluhan atau tanda-tanda bahaya lainnya dan kontrol ulang tanggal 20 Agustus 2010,.
Penatalaksanaan yang dilakukan pada Ny. A adalah melakukan Informed concent, Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada Ibu bahwa ibu hamil 8 bulan dengan hipertensi kronik dan anemia, Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat , Memberikan penyuluhan kepada ibu tentang bahaya hipertensi dalam kehamilan, , Memberikan informasi kepada ibu tentang anemia pada masa kehamilan dan cara mengatasinya, Memberikan penjelasan kepada ibu tentang tanda bahaya pada masa kehamilan, Memberikan terapi Fe 2 x 1 tablet / hari, Kalsium laktat 3 x 1 tablet/hari serta memberitahu ibu agar tidak meminum obatnya dengan menggunakan air teh, kopi atau susu karena dapat mempengaruhi penyerapan obat,menganjurkan ibu kontrol ulang untuk memantau dan memeriksa kadar Hb dalam waktu 1 bulan, hasil kolaborasi dengan dokter SPOG ibu mendapatkan therapy Nifedipine 3 x 10 mg , menganjurkan ibu memeriksakan tekanan darahnya setiap minggu atau jika ada keluhan atau tanda-tanda bahaya lainnya dan kontrol ulang tanggal 20 Agustus 2010.
Evaluasi didapatkan Ibu mengerti dan paham pada kondisinya saat ini.Ibu berjanji mau mengkonsumsi tablet Fe dan obat – obat tambahan lainnya serta Ibu tahu bawa dilarang mengkonsumsi soft drink, teh, kopi, saat menjalani terapi yang diberikan bidan.Ibu mengatakan akan lebih berhati – hati dan waspada. Serta akan memeriksakan tekanan darahnya setiap minggu atau bila ada tanda – tanda bahaya pada kehamilannya.Ibu setuju untuk periksa ulang 2 minggu lagi tanggal 20 Agustus 2010.Tanggal 14 Agustus 2010 tekanan darah ibu 140 / 100 mmHg.
3.1.3.2.Kunjungan Ante Natal II
Tanggal 20 Agustus 2010 pukul 16.00 WIB, penulis melakukan pemeriksaan ANC yang kedua. Ibu mengatakan masih merasa pusing, tetapi telah berkurang setelah diberi obat untuk menurunkan tekanan darahnya. Ibu mengaku kurang nafsu makan.Ibu mengaku hamil delapan bulan dan merasakan gerakan bayinya lebih dari 20 kali
Pemeriksaan fisik : keadaan umum baik, Kesadaran : Compos Mentis, Keadaan emosi stabil. Tanda-tanda Vital : TD : 140 / 100 mmHg, Nadi : 80 x/menit, Pernafasan : 20 x/menit, Suhu : 36,5 0C. Pemeriksaan fisik : muka tidak odema, kunjungtiva agak pucat, scklera tidak ikterik, gangguan penglihatan (-) , puting susu menonjol dan terlihat bersih, kolostrum +/+, nyeri pada ulu hati (-). Leopold I didapatkan bagian bulat, lunak dan tidak melenting pada fundus uteri. Leopold II, tahanan memanjang teraba disebelah kanan perut ibu dan bagian – bagian kecil janin teraba di bagian kiri perut ibu. Leopold III teraba bagian bulat, keras dan melenting sebagai bagian terendah janin. Leopold IV , kepala belum masuk kedalam pintu atas panggul (konvergen). TFU 29 cm, BJJ (+) 132 x/mnt, teratur, TBBJ 2480 gram.
Analisa data Ny, A, Ny A G4P3A0 Hamil 34 minggu janin presentasi kepala, tunggal, hidup, dengan hipertensi kronik dan anemia. Masalah yang ditemukan asupan nutrisi kurang adekuat, diagnose potensial terjadinya partus prematurus, potensial terjadinya pre-eklampsia superimposed, potensial terjadinya solutio plasenta.
Penatalaksanaannya adalah melakukan Informed consent, menjelaskan hasil pemeriksaan kepada Ibu bahwa ibu hamil 8 bulan lebih 2 minggu dengan hipertensi dan anemia, Memberikan penyuluhan kepada ibu tentang gizi pada masa kehamilan, Memberikan terapi : Fe 2 x 1 tablet / hari, Kalsium laktat 3 x 1 tablet/hari , menganjurkan ibu untuk terus mengkonsumsi obat-obatan hasil kolaborasi dengan dokter spesialis kebidanan, yaitu Nifedipine 10 mg dengan dosis 3 kali dalam sehari. menganjurkan ibu memeriksakan tekanan darahnya setiap 3 – 4 hari atau jika ada keluhan atau tanda-tanda bahaya lainnya dan kontrol ulang tanggal 29 Agustus 2010.
Ibu mengerti dan paham pada kondisinya saat ini.Ibu berjanji mengkonsumsi obat – obat secara teratur.Ibu mengatakan akan memeriksakan tekanan darahnya setiap minggu atau bila ada tanda – tanda bahaya pada kehamilannya.Ibu setuju untuk periksa ulang 1 minggu lagi tanggal 29 Agustus 2010.

3.1.3.3.Kunjungan Ante Natal III
Sabtu, 3 September 2010 pukul 14.00 WIB , dilakukan pemeriksaan kehamilan yang ketiga. Pada kunjungan ini Ibu mengatakan pada tanggal 29 Agustus 2010 ibu merasa pergerakan bayinya kurang dan merasa demam sejak 3 hari yang lalu.
Keadaan umum Lemah, Kesadaran : Compos Mentis ,tanda-tanda Vital : TD : 150 / 100 mmHg, Nadi : 92 x/menit, Pernafasan : 26 x/menit, Suhu : 35,4 0C. BJJ 114 kali / menit, teratur. Ibu dirujuk ke RSUT dengan O2 terpasang.
Ibu pulang tanggal 31 Agustus 2010 dengan diagnosa ISPA. Telah dikolaborasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam oleh pihak RSUT dengan diberikan terapi : Nifedipine 10 mg dosis 3 x 1 tablet, Tablet Fe dosis 2 x 1 tablet, Kalsium 3 x 500 mg . Saran dari pihak rumah sakit :Ibu istirahat yang cukup dan asupan gizi yang baik.
Kemudian pada kunjungan ini, hasil anamnesanya ialah Ibu mengatakan keadaannya lebih baik setelah dirawat di RSUT, ibu merasakan pergerakan bayinya aktif ≥ 20 kali . pada pemeriksaan fisik didapatkan K/U Baik, Kesadaran : Compos Mentis, Keadaan emosi stabil, Berat Badan 66 Kg. muka tidak odema, kunjungtiva tidak pucat, scklera tidak ikterik, gangguan penglihatan (-),puting susu menonjol dan terlihat bersih, kolostrum +/+, nyeri pada ulu hati (-).
Tanda-tanda Vital : TD : 140 / 100 mmHg, Nadi : 80 x/menit, Pernafasan : 20 x/menit, Suhu : 36,5 0C. TFU 29 cm, BJJ (+) 132 x/mnt, teratur, TBJ 2480 gram. Leopold I didapatkan bagian bulat, lunak dan tidak melenting pada fundus uteri. Leopold II, tahanan memanjang teraba disebelah kanan perut ibu dan bagian – bagian kecil janin teraba di bagian kiri perut ibu. Leopold III teraba bagian bulat, keras dan melenting sebagai bagian terendah janin. Leopold IV , kepala belum masuk kedalam pintu atas panggul (konvergen). TFU 29 cm, DJJ (+) 132 x/mnt, teratur,TBBJ 2480 gram . Pemeriksaan Laboratorium : Hb 11,6 gr %, protein urine negative,urine albumin negative.
Diagnose Ny. A adalah Ny A G4P3A0 Hamil 36 minggu Janin presentasi kepala, tunggal, hidup, dengan hipertensi kronik. Diagnose potensial terjadinya partus prematurus, potensial terjadinya pre-eklampsia superimposed, potensial terjadinya solutio plasenta
Tindakan yang dilakukan penulis adalah melakukan Informed consent, menjelaskan hasil pemeriksaan kepada Ibu bahwa ibu hamil 9 bulan dengan hipertensi kronik, memberikan penyuluhan kepada ibu tentang persiapan persalinan dan rencana persalinan diantaranya membuat rencana tempat persalinan, rencana pembuat keputusan, mempersiapkan rencana transportasi jika terjadi kegawat daruratan, mempersiapkan dana yang dibutuhkan, memberikan penjelasan ulang kepada ibu bahaya hipertensi pada masa kehamilan, menganjurkan ibu untuk terus mengkonsumsi obat-obatan hasil kolaborasi dengan dokter spesialis kebidanan, yaitu Nifedipine 10 mg dengan dosis 3 kali hari, Fe dosis 1 x 1 tablet / hari, Kalsium laktat dosis 2 x 1 tablet / hari, Menganjurkan ibu memeriksakan tekanan darahnya setiap 3 – 4 hari atau jika ada keluhan atau tanda-tanda bahaya lainnya, Menganjurkan pada ibu untuk segera menghubungi bidan apabila terdapat tanda-tanda persalinan yaitu adanya nyeri perut yang bersifat teratur, nyeri disertai keluar lender bercampur darah, adanya pengeluaran air secara tiba-tiba dari vagina dan sepakat untuk bersalin di rumah sakit
Ibu mengerti dan paham pada kondisinya saat ini, Ibu berjanji mau mengkonsumsi tablet Fe dan obat – obat tambahan lainnya secara teratur, Ibu mengatakan akan memeriksakan tekanan darahnya setiap minggu atau bila ada tanda – tanda bahaya pada kehamilannya atau bila ada tanda-tanda persalinan, Ibu dan keluarga sepakat melahirkan dirumah sakit.

3.2. PERSALINAN (Intra Partum)
Senin, 11 Oktober 2010 pukul 09.00 WIB Ibu mengatakan belum merasakan tanda-tanda persalinan, Ibu mengaku hamil ke-4 dengan usia kehamilan mendekati 10 bulan, HPHT : Lupa, Ibu mengatakan kakinya bengkak, kedua tangannya terasa kaku sejak 1 minggu yang lalu dan sering merasa sedikit sesak bila beraktivitas, sering sakit kepala, Ibu merasa cemas dengan kehamilannya .
Pada pemeriksaan fisik K/U Baik, Kesadaran : Compos Mentis, Keadaan Emosional : Cemas, Tanda-tanda Vital : TD : 170 / 100 mmHg, Nadi : 88 x/menit, Pernafasan : 26 x/menit, Suhu : 36,4 0C. TP : 05 Oktober 2010. Muka terdapat odema (terlihat sembab), kunjungtiva tidak pucat, scklera tidak ikterik, gangguan penglihatan (-), puting susu menonjol dan terlihat bersih, kolostrum +/+, nyeri pada ulu hati (-).Leopold I didapatkan bagian bulat, lunak dan tidak melenting pada fundus uteri. Leopold II, tahanan memanjang teraba disebelah kanan perut ibu dan bagian – bagian kecil janin teraba di bagian kiri perut ibu. Leopold III teraba bagian bulat, keras dan melenting sebagai bagian terendah janin. Leopold IV , kepala belum masuk kedalam pintu atas panggul (konvergen). TFU : 31 cm, TBBJ : 3100 gram, DJJ 144 kali/menit teratur, punctum maksimum dibawah pusat sebelah kiri, kontraksi tidak ada. Ekstrimitas atas dan bawah : odema +/+
Pukul 12.00 WIB Ibu dirujuk ke RSU Tangerang dan dirawat diruangan bersalin. Pukul 13.30 WIB dilakukan pemeriksaan dalam : Vulva vagina tidak ada kelainan, portio tebal lunak, belum ada pembukaan, ketuban +, kepala janin masih diatas PAP. Berkolaborasi dengan dokter Obsgyn, Dilakukan pemeriksaan USG : gambaran air ketuban berkurang, Hasil Laboratorium : Darah Rutin : Haemoglobin 12,1 gr % ,Leukosit 7400, Hematokrit 36 %, Trombosit 227.000 µ/L, Waktu Perdarahan 2 menit, Waktu Pembekuan 12 menit, Gula Darah Sewaktu 96 mg / dl, Kreatinin 0,6 mg / dl, Ureum 15 mg / dl, SGOT 19 µ/L, SGPT 19 µ/L, Urine Rutin : Warna Urine Kuning agak keruh, PH 6,0 , BJ 1010, Leukosit Negative, Nitrit Negative, Urobilinogen Negative, Protein / Albumin Negative, Darah Samar Negative, Keton Negative, Bilirubin Negative, Glukosa
Negative, Mikroskopis / sedimen : Leukosit 1 – 2, Eritrosit 0 – 2.
Ny. “A” umur 37 tahun G4P3A0 Hamil 41 minggu janin presentasi kepala tunggal hidup belum inpartu dengan Hipertensi kronik. Diagnose potensial terjadinya pre-eklampsia superimposed, potensial terjadinya kejang karena hipertensinya, potensial terjadi solutio plasenta.
Penatalaksanaan yang dilakukan adalah melakukan Informed Consent, memberitahukan hasil pemeriksaan kepada Ibu dan keluarga, menjelaskan kepada Ibu dan keluarga bahwa dengan riwayat persalinan yang lalu serta riwayat hipertensi yang ada, Ibu lebih baik melahirkan dirumah sakit, memasang cairan infuse RL kolf I dengan 20 tetesan per menit, Hasil kolaborasi dengan dokter : dilakukan penatalaksanaan prosedur PEB dengan Mg SO4 per intra vena dengan dosis tunggal 4 gr , Nifedipine 1 tablet 10 mg per oral dan 1 tab 10 mg per sublingual, anjuran dokter team Obsgyn pasien dipersiapkan untuk dilakukan tindakan section caesaria atas indikasi : ibu riwayat infertile ≥ 12 tahun, ibu G4 P3 A0 dengan anak hidup 0, tekanan darah 170 / 100 mmHg, umur kehamilan 41 minggu , servik belum matang, dengan pemeriksaan USG gambaran air ketuban berkurang. Penatalaksanaan selanjutnya adalah mempersiapkan mental ibu menghadapi tindakan SC., melakukan persiapan operasi yaitu memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang operasi yang akan dilaksanakan, mempersiapkan izin operasi yang ditanda tangani oleh keluarganya, mengganti pakaian ibu dengan pakaian steril khusus untuk ruangan operasi, membersihkan / mencukur daerah kulit yang akan dilakukan pembedahan, memasang foley catheter, dan memberikan antibiotika Ceftriaxon1 gram per infuse.
Tanggal 11 Oktober 2010 Pukul 16.45 WIB ibu masuk kamar operasi. Bayi lahir pukul 17.08 WIB langsung menangis, gerakan aktif, warna kulit kemerahan, jenis kelamin Laki-laki, berat badan bayi 3200 gram, panjang badan 49 cm. Pukul 18.55 WIB operasi selesai, ibu dipindahkan keruangan pemulihan.
3.2.1. Kala IV
Senin, 11 Oktober 2010 Ibu masih merasa takut dan cemas dengan tindakan seksio caesaria yang telah dilaluinya .Ibu mulai merasa nyeri pada luka bekas operasi dan merasa kedinginan, Pukul 18.15 WIB K/U Lemah, Kesadaran : Compos Mentis, Keadaan Emosional : Cemas, Tanda-tanda Vital : TD : 150 / 90 mmHg, Nadi : 92 x/menit, Pernafasan : 26 x/menit, Suhu : 35,3 0C. Ibu menggigil kedinginan.Kontraksi Uterus baik, TFU 2 jari bawah pusat, perdarahan normal, luka post operasi baik, volume urine 50 cc, warna kuning jernih, infuse RL lancar 20 tetes per menit, kolf 1 pasca operasi.
Pukul 18.30 WIB K/U Lemah, Kesadaran : Compos Mentis, Keadaan Emosional : Cemas, Tanda-tanda Vital : TD : 170 / 100 mmHg, Nadi : 92 x/menit, Pernafasan : 26 x/menit, Suhu : 35,4 0C. Ibu masih menggigil kedinginan.Kontraksi Uterus baik, TFU 2 jari bawah pusat, perdarahan normal, luka post operasi baik, volume urine 40 cc, warna kuning jernih, infuse RL lancar 20 tetes per menit, kolf 1 pasca operasi.
Pukul 20.00 WIB K/U Lemah, Kesadaran : Compos Mentis, Keadaan Emosional : Cemas, Tanda-tanda Vital : TD : 150 / 90 mmHg, Nadi : 88 x/menit, Pernafasan : 20 x/menit, Suhu : 35,8 0C. Ibu masih menggigil kedinginan.Kontraksi Uterus baik, TFU 2 jari bawah pusat, perdarahan normal, luka post operasi baik, volume urine 30 cc, warna kuning jernih, infuse RL lancar 20 tetes per menit, kolf 1 pasca operasi.
Analisa diagnosa pada Ny. “A” umur 37 tahun P4 A0 partus kala IV post sectio caesaria dengan hipertensi kronik. Diagnose potensial terjadinya kejang karena hipertensinya, potensial terjadi perdarahan post partum primer primer.
Penatalaksanaan yang dilakukan mengobservasi keadaan umum ibu, tanda-tanda vital, luka bekas operasi, kontraksi uterus, perdarahan,tinggi fundus uteri, intake cairan, makanan dan obat-obatan serta output cairan. Instruksi post operasi : cek DPL post operasi, transfusi bila Hb < 7 gr/dl sampai dengan Hb ≥ 10 gr / dl, ganti verban hari ke 3.Memberitahukan kepada ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan luka operasi baik, kontraksi uterus baik, perdarahan normal.Memberikan dukungan mental kepada ibu pasca operasi dan menjawab pertanyaan ibu seputar keadaan fisiknya setelah operasi. Ibu mengerti apa yang dijelaskan oleh petugas, keadaan ibu terus membaik, pukul 22.00 WIB ibu dipindahkan ke ruangan nifas paviliun Aster RSUT

3.3. MASA NIFAS (Post Partum)
3.3.1. Masa Nifas 6 Jam
Senin, 12 Oktober 2010 Pukul 00.30 WIB Ibu merasa senang atas kelahiran bayinya dan ibu mengatakan merasa sakit pada bekas luka operasi.
K/U Baik, Kesadaran : Compos Mentis, Keadaan Emosional : Stabil, Tanda-tanda Vital : TD : 140 / 90 mmHg, Nadi : 88 x/menit, Pernafasan : 20 x/menit, Suhu : 36,9 0C. Muka tidak ada oedema, Konjungtiva tidak anemis, payudara pengeluaran kolostrum +, kontraksi uterus baik, TFU 2 jari bawah pusat, luka post operasi tertutup kasa ; tidak terlihat perdarahan pada luka bekas operasi, perdarahan 20 cc, volume urine 50 cc, warna kuning jernih, ektremitas bawah odema +/+. Infus RL lancar 20 tetes per menit, kolf 2 pasca operasi.Hasil Laboratorium : Haemoglobin 11,2 g / dl Leukosit, 14.100, Hematokrit 34 %, Trombosit 200.000 µ/L.
Analisa pada Ny. “A” umur 37 tahun post partum 6 jam post sectio caesaria dengan hipertensi kronik. Diagnose potensial terjadinya kejang karena hipertensinya, potensial terjadinya perdarahan post partum primer.
Penatalaksanaannya adalah mengobservasi keadaan umum ibu, tanda-tanda vital, luka bekas operasi, kontraksi uterus, perdarahan,tinggi fundus uteri, intake cairan, makanan dan obat-obatan, serta output cairan.Memberitahukan kepada ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan luka operasi baik, kontraksi uterus baik, perdarahan normal.Berkolaborasi dengan dokter Obsgyn dalam pemberian obat-obatan : Cefotaxime injeksi 3 x 1 gram IV, asam mefenamat 3 x 1 tablet, Fe 1 x 1 tablet, Pronalges 3 x 1 tablet, Nifedipine 2 x 10 mg, dan memberikan 1 buah kapsul vitamin A dosis 200.000 unit. Memberikan penyuluhan tentang tanda bahaya pada masa nifas , memberikan informasi tentang cara pemberian ASI eksklusif sesuai keinginan bayi.Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup, tidak berpantang dalam intake nutrisi.Memotivasi ibu agar mengkonsumsi obat-obatannya secara teratur.Memberikan informasi kepada ibu mengenai kunjungan ulang setelah melahirkan yaitu pada tanggal 16 Oktober 2010.
Keadaan umum ibu baik, Ibu mengerti yang telah dijelaskan petugas dan akan melaksanakannya.Ibu dan bayi diperbolehkan pulang pada tanggal 15 Oktober 2010 dengan nilai Hb 10,3 gr %..
3.3.2. Masa Nifas 6 Hari
Senin, 16 Oktober 2010 pukul 10.00 WIB Ibu mengatakan merasa sakit sedikit pada bekas luka operasi dan sedikit pusing. Ibu mengatakan susah tidur karena bayinya sering menangis terutama pada malam hari. Ibu mengatakan kedua payudaranya terasa tegang dan bengkak, ibu mengaku menyusui bayinya kurang dari 10 menit tiap payudara. Ibu mengatakan nafsu baik, frekuensi 3 – 5 kali porsi sedang.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, Kesadaran : Compos Mentis, Keadaan emosional : Stabil, Tanda-tanda Vital : TD : 120 / 80 mmHg, Nadi : 88 x/menit, Pernafasan : 20 x/menit, Suhu : 36,7 0C. Konjungtiva tidak anemis, payudara pengeluaran ASI +, banyak, payudara bengkak, kontraksi uterus baik, TFU 3 jari bawah pusat, luka post operasi tertutup kasa ; tidak terlihat perdarahan pada luka bekas operasi, lochea rubra, kandung kemih kosong, tidak ada oedema pada ektremitas atas dan bawah. Pemeriksaan Laboratorium : Hb 10,3 gr %, Leukosit 10.100, Hematokrit 28 %, trombosit 265.000 µ/L.
Analisa diagnose Ny. “A” umur 37 tahun nifas 6 hari post sectio caesaria dengan anemia. Masalah : nutrisi kurang adekuat dan bendungan payudara. Kebutuhan istirahat pada masa nifas kurang. Maka penatalaksanaannya yaitu memberikan informasi kepada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa masa nifasnya berjalan normal. Mengobservasi keadaan umum ibu dan tanda-tanda vital.Memberikan penyuluhan tentang prakarsa KB. Mengajarkan ibu tentang perawatan payudara dan tehnik menyusui .Memotivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif sampai dengan bayi berumur 6 bulan. Memberikan informasi tentang kebutuhan gizi pada masa nifas. Menganjurkan ibu untuk cukup tidur / istirahat Memberikan terapi oral : Fe 2 x 1 tablet, , nifedipine 1 x 10 mg. Memotivasi ibu agar kontrol ulang ke rumah sakit pada tanggal 18 Oktober 2010 atau bila ada keluhan.
Ibu mengerti bagaimana merawat payudaranya yang bengkak dan akan melakukan anjuran yang diberikan oleh bidan .
3.3.3. Masa Nifas 6 Minggu
Minggu, 21 November 2010 pukul 16.00 WIB Ibu mengeluh sakit kepala, nyeri epigastrium (-). Ibu mengatakan ingin menggunakan KB IUD.
Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, status emosional stabil ,
Tanda tanda vital : TD : 170 / 100 mmHg, N : 88 x/mnt, S : 36,5 oC, R : 24 x/mnt, Pemeriksaan fisik : Mata : konjungtiva tidak pucat, sclera tidak ikterik, kelopak mata tidak oedem .Dada : payudara simetris, pengeluaran ASI (+/+), areola bersih, putting susu menonjol, Abdomen : TFU: tidak teraba, kandung kemih kosong, diastasis (-).Genitalia : pengeluaran (-), pembengkakkan pada kelenjar bartholini / kelenjar skene -/- .Ekstremitas : tidak ada oedem, tidak ada kemerahan , tanda homan (-),refleks patela +/+. Pemeriksaan laboratorium : Hb 12 gr %.
Analisa diagnose Ny. A umur 37 tahun P4 A0 Nifas 6 minggu dengan hipertensi kronis. Penatalaksanaan yang dilakukan penulis adalah melakukan informed consent, menginformasikan hasil pemeriksaan bahwa keadaan umum ibu baik, dan masa nifas berjalan baik, tekanan darah tinggi, ibu bisa menjalani pemasangan IUD.Melakukan penyuluhan tentang alat kontrasepsi IUD, menjelaskan prosedur yang akan di lakukan, meneruskan terapi nifedipin 10 mg dengan dosis 3 x 1 tablet. Menganjurkan ibu untuk konsul ke dokter Internist untuk penanganan hipertensinya.
Keadaan umum ibu baik. Ibu mengerti tentang penjelasan yang telah di berikan .Tanggal 24 November 2010 Pukul 16.00 WIB telah dilakukan pemasangan IUD jenis Copper TCu 380A oleh dokter.

3.4. BAYI BARU LAHIR (Neonatal)
3.4.1. Bayi Baru Lahir
Senin, 11 Oktober 2010 pukul 17.05 WIB Bayi lahir tanggal 11 Oktober 2010 jam 17.05 WIB , dengan usia gestasi 41 minggu, jenis persalinan sectio caesaria atas indikasi ibu riwayat infertile 10 tahun, ibu G4 P3 A0 dengan anak hidup 0, ibu mempunyai riwayat hipertensi kronik, tekanan darah 170 / 100 mmHg dengan oedema anasarka, umur kehamilan 41 minggu , servik belum matang, dengan pemeriksaan USG gambaran air ketuban berkurang.
Bayi lahir langsung menangis, gerakan aktif, warna kulit kemerahan, Heart Rate : 120 x/mnt, suhu 36,6 0C, Pernafasan 40 x/menit. Jenis kelamin Laki-laki, berat badan bayi 3200 gram, panjang badan 49 cm.
Analisa Neonatus Cukup Bulan, Sesuai Masa Kehamilan.Diagnosa potensial terjadinya hipotermi. Tindakan yang penulis lakukan melakukan Informed Consent. Menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga.Menjaga kehangatan tubuh bayi dengan mengeringkan dan membungkus tubuh bayi serta menempatkan bayi di tempat yang hangat.Mengikat tali pusat bayi tanpa dibungkus atau diberi apapun. Memberikan peneng/identitas bayi pada tangan kanan bayi.Memberikan salep mata antibiotika tetrasiklin 1 % pada kedua mata. Memberikan suntikan vitamin K1 (1 mg) intramuscular dipaha kiri anterolateral.Melakukan perawatan bayi baru lahir.
Pukul 17.15 WIB Keadaan umum bayi baik, bayi menangis kuat, gerakan aktif, warna kulit kemerahan. Ibu dan keluarga sangat mensyukuri atas kelahiran anaknya.
3.2.3. Neonatal 6 jam
Pada kunjungan neonatal 6 jam, pada tanggal 01 September 2010, didapatkan keadaan umum bayi baik, bayi menangis kuat, warna kulit kemerahan, pergerakan aktif, jenis kelamin perempuan. Pada tanda vital, heart rate 120 x/menit, respirasi 42 x/menit teratus, suhu 37 oC. Pemeriksaan antopometri didapatkan berat badan 3200 gram, panjang badan 49 cm, lingkar dada 34 cm, lingkar kepala 33 cm.
Lalu dilakukan pemeriksaan secara sistematis meliputi : bentuk kepala simetris, rambut merata, warna hitam, tidak ada kaput succedanium, tidak ada cephal hematom, sutura dalam batas normal. Bentuk muka simetris, tidak ada oedem, tidak ada ikterik, bentuk mata normal, letak simetris, tidak ada infeksi, sclera tidak ikterik, konjungtiva tidak pucat, secret (-), sklera tidak ikterik. bentuk telinga simetris, sejajar dengan mata, bersih dan tidak ada pengeluaran cairan.Bentuk hidung simetris, tidak ada pernafasan cuping hidung, septum hidung simetris, tidak ada secret. Pada bibir dan mulut Tidak ada labio schizis, labio palate schizis, tidak ada stomatitis dan bibir kemerahan, Pada leher Simetris, pergerakan baik , tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar getah bening , bentuk dada simetris, bunyi jantung I – II murni regular, mur – mur – gallop, putting susu menonjol dan simetris, wheezing -/- ,ronkhi -/- . Bentuk abdomen simetris, tidak ada pembesaran hepar, perut teraba lembek pada saat bayi tidak menangis, pada saat bayi tenang dan dipalpasi tidak teraba benjolan atau massa, tali pusat masih basah dan tidak ada perdarahan. Kedua ekstremitas , bentuk simetris, bentuk normal, tidak sianosis, tidak ikterus, tidak ada polidaktili/sindaktili, pergerakan baik, kuku jari panjang. Pada genitalia Jenis kelamin terdapat 2 testis sudah turun kedalam, skrotum dan lubang saluran kencing diujung penis. Anus (+) tidak ada kelainan. Punggung tidak ada spina bifida, pada kulit terdapat, pada kulit terdapat lanugo, dan kulit sedikit mengelupas, Eliminasi, miksi sudah keluar, putih kekuningan, mekonium sudah keluar, warna hitam kehijauan. Reflek sucking (+), rooting (+), Swallowing (+), morro (+/+), grasping (+/+), babinsky ( +/+), walking (+/+).
Dari hasil pemeriksaan diatas, dapat dianalisa bahwa Neonatus Cukup Bulan, Sesuai Masa Kehamilan umur 6 jam, keadaan bayi baik . Dasar Partus dengan tindakan sectio caesaria tanggal 11 Oktober 2010 Pukul 17.08 WIB, masa gestasi 41 minggu lebih 5 hari, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3200 gram panjang 49 cm,tangis kuat, gerak aktif, warna kulit kemerahan, anus +, meconium + , cacat –
Rencana asuhan menyeluruh adalah lakukan informed consent, beritahu Ibu dan keluarga bahwa bayinya dalam keadaan baik dan sehat.Mandikan bayi setelah suhu tubuh stabil, pertahankan suhu tubuh bayi. Berikan suntikan HB 0,5 cc IM, lakukan perawatan bayi rutin.
Pelaksanaan asuhan menyeluruh yaitu melakukan informed consent, memberitahu Ibu dan keluarga bahwa bayinya dalam keadaan baik dan sehat. Memandikan bayi setelah suhu tubuh stabil, mempertahankan suhu tubuh bayi dengan membungkus badan dan kepala janin lalu menempatkannya ditempat yang hangat.Memberikan suntikan HB 0,5 cc IM, melakukan perawatan bayi rutin.
Ibu dan keluarga mengerti apa yang telah dijelaskan oleh petugas dan berbahagia dengan kelahiran bayinya. Bayi dirawat untuk sementara diruang bayi. Ibu dan bayi dirawat gabung setelah 24 jam diruangan Nifas.

3.4.2. Bayi 6 Hari
Senin, 16 Oktober 2010 pukul 10.00 WIB Ibu mengatakan bayinya sehat
Keadaan umum baik, menangis kuat, Heart Rate : 120 x/mnt, suhu 36,6 0C, Pernafasan 40 x/menit.
Pada pemeriksaan antopometri didapatkan : Berat badan : 2700 gram, Panjang Badan : 49 cm, Lingkar Kepala 33 cm, Lingkar dada 34 cm. Pemeriksaan fisik ditemukan tidak ada sianosis, pergerakan aktif, mata tidak ikterik, tali pusat belum puput, warna kulit dan ekstrimitas kemerahan, reflex rooting (+), reflek moro (+), reflek tonik neck (+), reflek sucking (+), reflek grasping (+), reflek babinsky (+), reflek stepping (+), BAB dan BAK normal
Analisa data Neonatus cukup bulan, Sesuai masa kehamilan, umur 6 hari, keadaan bayi baik. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah memeriksa keadaan umum bayi dan tanda-tanda vital.Menganjurkan kepada ibu untuk memenuhi nutrisi bayi dengan memberikan ASI tanpa dibatasi waktu.Memberikan immunisasi Hepatitis B 1 dan Polio 1.Menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya pada bayi dan apa yang harus dilakukan ketika menemukan hal tersebut.Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan.Menganjurkan kepada ibu untuk memberikan imunisasi BCG bayinya pada tanggal 11 November 2010. Hasil : Keadaan umum bayi baik, bayi menyusu ASI. Ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh bidan dan akan melaksanakannya.

3.4.3. Neonatal 6 Minggu
Minggu,21 November 2010, Pukul 16.00 WIB Ibu mengatakan bayinya dalam keadaan baik dan sehat bayi sudah mendapatkan imunisasi BCG dan Polio 1 di posyandu pada tanggal 18 November 2010
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan Umum Baik , Tanda – Tanda Vital : Heart Rate : 120 /mnt teratur, Respirasi : 42 x/ menit teratur , Suhu : 36,5 oC , warna kulit kemerahan, pergerakan aktif, refleks hisap baik.Antopometri : Berat Badan : 5000 gram, Panjang Badan : 52 cm, Lingkar Dada : 35 cm, Lingkar Kepala : 36 cm. Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ada ikterik.Eliminasi : buang air kecil (+), warna putih kekuningan, lancar ± 8 – 10 kali dalam sehari, buang air besar (+), lancar ± 3 – 4 kali dalam sehari , warna kuning, konsistensi lunak .
Analisa data Bayi Ny.A Umur 6 minggu keadaan bayi baik. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa keadaan umum bayi baik.Memberikan penyuluhan pada ibu tentang kontrasepsi IUD. Memastikan bayi mendapat ASI dan menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI secara eksklusif. Memberitahukan ibu jadwal imunisasi selanjutnya yaitu imunisasi DPT-COMBO 1 dan polio 2 pada umur 2 bulan. Menganjurkan ibu supaya membawa bayinya ke posyandu untuk mendapatkan pelayanan imunisasi dan memantau pertumbuhan dan perkembangan bayinya.
Keadaan umum bayi baik, bayi tetap diberi ASI.Ibu mengerti tentang apa yang telah di sampaikan dan mau melaksanakan apa yang telah di anjurkan.



febbyanti ns says:

thankzz…



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: