dancewithmommyoci











{30 November 2011}   ABSTRAK – KTI HIPERTENSI KRONIK DAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG
PROGRAM STUDI KEBIDANAN RANGKASBITUNG

KARYA TULIS, DESEMBER 2010
SITI KUSTIANAH
NIM : P.17324308641

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. “P” DENGAN HIPERTENSI KRONIK DAN ANEMIA SEJAK KEHAMILAN 34 MINGGU SAMPAI DENGAN 6 MINGGU POST PARTUM DI KLINIK OBBINI BALARAJA – TANGERANG
( PERIODE AGUSTUS 2010 S.D OKTOBER 2010 )
V + 151 halaman + 7 lampiran

ABSTRAK

Hipertensi penyebab gangguan 5 -10 % dari seluruh kehamilan, dan dapat menjadi komplikasi yang mematikan, yaitu pendarahan dan infeksi, yang berkontribusi besar terhadap AKI. WHO meninjau secara sistematis AKI di negara maju, 16 % disebabkan karena hipertensi. Persentase ini lebih besar dari tiga penyebab utama lainnya: perdarahan-13 %, aborsi-8 %, dan sepsis-2 %.
Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk memperoleh pengalaman nyata dalam memberikan asuhan kebidanan pada kasus hipertensi kronik dan anemia dalam masa kehamilan, persalinan, nifas dan BBL dengan pendekatan Manajemen Varney serta mendokumentasikannya dalam bentuk SOAP.
Hipertensi Kronik adalah hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu dan menetap sampai 12 minggu pasca persalinan (Saifuddin, 2010 : 531). Anemia dalam kehamilan adalah suatu keadaan dimana kadar Hb ibu di bawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kurang dari 10,5% pada trimester II (Saifuddin, 2006).
Ibu G3 P2 A0 , pada ANC I tekanan darah ibu 150/100 mmHg, kadar Hb 9,5 gr%, ibu mengalami hipertensi kronik dan anemia. Penatalaksanaannya memberikan penjelasan tentang hipertensi kronik dan berkolaborasi dengan dokter SPOG. Hasil kolaborasi diberikan Adalat 0,5 mg 1 x 1 tablet serta pemberian Fe 60 mg 2 x 1 perhari. Pada ANC II dan III Tekanan darah menetap 140/90 mmHg. Ibu melahirkan pada usia kehamilan 37 minggu, terjadi kala I dan kala II memanjang karena inersia uteri, dilakukan induksi oksitosin drip dan Nifedipine tiap 6 jam/oral. Bayi lahir spontan pervaginam dengan Asfiksia, resusitasi berhasil, dilakukan IMD dan rawat gabung. Masa nifas umur 6 jam, 6 hari hingga 6 minggu berjalan normal, ibu menjadi akseptor KB IUD Copper T-Cu380 (Winkjosastro : 2002) dan bayi telah diimunisasi HB0, BCG, dan Polio 1 (Saifuddin : 2010).
Setiap fasilitas kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan kesehatan.

Kata Kunci : Hipertensi kronik, Anemia
Referensi : 28 ( 2000 – 2010 )

About these ads


Ibu halim mengalami hipertensi dikarenakan berat badan yang berlebih saat hamil. jadi para ibu hamil harus bisa menjaga kenaikan berat badan saat hamil, agar terhindar dari hal-hal yang bisa membahayakn kehamilan itu sendiri.



Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: