dancewithmommyoci











{25 November 2011}   ABSTRAK KTI – HIPERTENSI KRONIK DALAM KEHAMILAN

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG
PROGRAM STUDI KEBIDANAN RANGKASBITUNG

KARYA TULIS, 2011
MIA PRAHARTINA
NIM : P17324308627

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. “A” DENGAN HIPERTENSI KRONIK DAN ANEMIA SEJAK KEHAMILAN 32 MINGGU SAMPAI DENGAN 6 MINGGU POST PARTUM DI KLINIK OBBINI BALARAJA – TANGERANG
( PERIODE AGUSTUS 2010 S.D OKTOBER 2010 )
V + 170 halaman + 7 lampiran

ABSTRAK

Hipertensi menyebabkan gangguan sekitar 5 -10 persen dari seluruh kehamilan, dan dapat menjadi suatu komplikasi yang mematikan, yaitu pendarahan dan infeksi, yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan angka kematian ibu. WHO meninjau secara sistematis angka kematian ibu di seluruh dunia (Khan dan rekan, 2006), di negara-negara maju, 16 persen kematian ibu disebabkan karena hipertensi. Persentase ini lebih besar dari tiga penyebab utama lainnya: perdarahan-13 persen, aborsi-8 persen, dan sepsis-2 persen.
Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penerapan asuhan kebidanan pada kasus hipertensi kronik dengan anemia dalam masa kehamilan, persalinan, nifas dan BBL dengan pendekatan Manajemen Varney serta mendokumentasikannya dalam bentuk SOAP.
Hipertensi Kronik adalah hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu dan hipertensi menetap sampai 12 minggu pasca persalinan (Saifuddin, 2010 : 531). Anemia dalam kehamilan adalah suatu keadaan dimana kadar Hb ibu di bawah 11 gr % pada trimester I dan III atau kurang dari 10,5 gr % pada trimester II (Saifuddin, 2006).
Pada ANC I ditemukan tekanan darah ibu 170/110 mmHg dan pemeriksaan laboratorium Hb 10,0 gr%, dalam hal ini ibu mengalami hipertensi dan anemia, penatalaksanaannya memberikan penyuluhan tentang hipertensi kronik dalam kehamilan dan melakukan kolaborasi dengan dokter SPOG. Hasil kolaborasi diberikan Nifedipine 3 x 10 mg serta pemberian Fe 2 x 60 mg. Pada ANC II dan III Tekanan darah menetap menjadi 140/100 mmHg dan Hb naik menjadi 11,6 gr%. Ibu mengalami perburukan dari hipertensi kroniknya berupa naiknya tekanan darah menjadi 170/100 mmHg serta ditemukannya oedema anasarka . Atas dasar riwayat infertile ≥ 12 tahun, ibu G4 P3 A0 dengan anak hidup 0, tekanan darah 170 / 100 mmHg, umur kehamilan 41 minggu , servik belum matang, dengan pemeriksaan USG gambaran air ketuban berkurang di lakukan terminasi kehamilan melalui tindakan operatif seksio sesaria. Bayi lahir langsung menangis, gerakan aktif, warna kulit kemerahan. Pada hari kedua dilakukan rawat gabung dan pemberian ASI on demand. Masa nifas 6 jam berjalan baik, tekanan darah stabil 120/80 mmHg. Nifas 6 hari tekanan darah naik 120/80 mmHg. Ibu mengalami anemia dengan Hb 10,3 gr% dan bendungan payudara. Ibu diberikan tablet Fe 1 x 60 mg selama 6 bulan. Pada 6 minggu post partum ibu dianjurkan untuk konsul ke dokter Internist untuk penanganan hipertensinya. Ibu telah menjadi akseptor KB IUD (Copper T-Cu380). Bayi telah mendapatkan imunisasi HB0, BCG, dan Polio 1 (Saifuddin : 2010).
Dengan melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif, diharapkan tenaga kesehatan dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan asuhan kebidanan sehingga dapat mencegah dan menangani komplikasi yang terjadi dalam masa kehamilan, persalinan dan nifas serta bayi baru lahir.

Referensi : 31 ( 2000 – 2010 )

About these ads


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: